Postingan

Menampilkan postingan dengan label amien

Amien Rais Aksi Tolak Perppu Ormas Jadi Undang Undang

Gambar
Amien Rais kembali ambil bagian dalam orasi aksi damai 2410 di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017). Mereka menolak pengesahan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menjadi undang-undang. Mantan Ketua MPR RI itu dalam orasinya sekitar pukul 16.00 WIB, mewanti-wanti pemerintahan Presiden Joko Widodo jika tetap mengesahkan Perppu Ormas menjadi UU. "Mas Jokowi, Bung Joko kalau anda mau berpaling dari umat Islam jangan diskriminasi umat Islam, jangan mengkhianati para ulama. Kalau anda melakukan itu berarti anda melakukan perhitungan dengan Allah," kata Amien Rais. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai rezim Presiden Jokowi merupakan rezim yang licik dalam menundukkan satu per satu tokoh-tokoh Islam untuk melakukan diskriminasi terhadap Islam. Walaupun nantinya Perppu Ormas jadi disahkan sebagai undang-undang, Amien Rais meminta massa untuk tidak berhenti menolak Perppu Ormas. "Kini den...

Amien Rais: Pemerintah Jangan Beri Kesempatan PKI Bangkit Lagi

Gambar
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais memberikan orasi dalam Aksi 299 yang digelar di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (29/9/2017).  Dalam orasinya, ia mengkritik pemerintah yang  memberikan kesempatan bagi Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk bangkit lagi. "Andai kata dulu PKI menang mungkin umat islam tidak akan ada. Saya lihat pemerintah memberikan angin kuat untuk PKI bangkit lagi," seru Amien kepada para peserta aksi dari atas mobil komando. Tokoh Reformasi tersebut meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap umat Islam.  "Pak Jokowi panjenengan supaya adil. Umat islam janganlah didiskriminasi. Islam sedikit aja kesalahan ditangkap berminggu-minggu," kata Amien. Sebagai "Lurah Indonesia", menurut  Amien Rais,  Jokowi harus berbuat baik kepada rakyatnya.  "Anda 'Lurah Indonesia' berbuat baiklah kepada rakyatnya. PKI jangan dikasih angin," ujar Amien. Aksi 299 sendiri  bertujuan ...

Amien Rais Tak Setuju Pembuatan Film G30S PKI Versi Baru Saat Ini

Gambar
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais tidak setuju dengan wacana yang dilontarkan Presiden Joko Widodo terkait pembuatan versi baru film G30S/PKI. Menurut Amien, langkah itu tidak perlu karena sejarah tidak dapat diputarbalikan. Amien justru mencurigai wacana Jokowi tersebut. "(Film G30S/PKI) itu sudah berdasarkan  research.  Jadi Arifin C Noer (sutradara film G30S/PKI) tidak main-main. Jadi saya curiga kalau dia (Jokowi) mau buat film yang baru, saya curiga sekali," kata Amien di Hotel Mercure, Jakarta, Kamis (21/9). Menurut Amien, pembuatan ulang film dengan versi terbaru, sama saja dengan mengungkit dan membangkitkan kembali PKI. Padahal, kata dia, saat ini anak cucu yang orangtuanya PKI sudah bebas dalam menjalani kehidupan, seperti bersekolah hingga bekerja. "Sudahlah, sudah selesai ya. Karena itu kalau ini dibangkitkan kembali, itu luka lama bisa membuncah memecah-belah gitu," ujarnya. Amien menilai, pembuatan versi baru film G30S/PKI, tidak tepat ...

Amien Rais: Nilai Pancasila Makin Terpinggirkan

Gambar
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Amien Rais mengungkapkan kekhawatirannya akan terpinggirnya nilai-nilai Pancasila, dan sosok 'siluman' yang memecah belah masyarakat. Ini ia  sampaikan  usai upacara peringatan kemerdekaan di Universitas Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/8/17), saat diminta Rachmawati Soekarnoputri untuk menyampaikan amanat.  Lebih jauh, Amien menguraikan, dalam praktik sila Ketuhanan Yang Maha Esa berubah menjadi keuangan yang sangat dikdaya, pilkada dan lain-lain yang bisa memang siapa yang punya uang.  Ia juga mengatakan dari sisi sila kedua, sekarang di berbagai wilayah bentrok antar suku, orang kecil digusur, tidak adil dan biadab. Sementara sila ketiga, lain lagi. Yang terjadi pecah pelah partai.  "Umat Islam diadu," kata Amien. "Kita sedang cari siapa dibalik semua ini, kalau ketahuan kasih perhitungan bersama. Saya baca ada siluman tertentu yang pecahkan kita dengan sistematik pergunakan undang undang dan lainnya," ujarnya...