Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Film tentang Syafii Maarif Raih Penghargaan di Amerika

Gambar
Jakarta:  Film  Si Anak Kampoeng  atau  The Village Boy  meraih penghargaan Gold Award dalam kategori Film Asing Terbaik di California Film Awards. Festival yang berpusat di California, Amerika itu mencari sejumlah film dari berbagai belahan dunia seperti dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia Pasifik. "Dengan diterimanya sekali lagi penghargaan untuk film  Si Anak Kampoeng  menunjukkan bahwa film inspiratif karya sineas dalam negeri dapat diminati sampai ke ujung dunia," kata sang sutradara, Damien Dematra dalam keterangan tertulisnya. Film berdurasi 108 menit ini menceritakan tentang kehidupan masa kecil tokoh Muhammadiyah, Syafii Maarif yang pernah menjabat sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP). Film ini dimulai dari kelahiran seorang anak kampoeng, putra Ma'rifah Rauf, seorang yang terpandang di Nagari Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada tahun 1930-an. Kehidupan sang bocah berputar pada kesehajaan dan keceriaan tentang be...

Din Syamsuddin: Fatwa MUI Bukan Penyebab Instabilitas

Gambar
Jakarta  - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin meminta pemerintah menghormati independensi fatwa majelis ulama. Dia tidak setuju terhadap pendapat yang menyebutkan bahwa fatwa MUI sebagai penyebab instabilitas nasional. "Kalau ada pandangan yang menyebut fatwa MUI mengganggu stabilitas, mohon maaf, mengapa sumber instabilitas itu tidak diatasi?" kata Din di Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Januari 2017. Meski tak ingin menyebut nama atau pihak tertentu, dia beropini situasi nasional yang tak stabil dipicu sejumlah kejadian menjelang akhir 2016. "Ya, yang Pulau Seribu. Itu anti-kerukunan, anti-kemajemukan, menyinggung perasaan. Itu yang harusnya digugat," kata dia. Din mengaku heran dengan munculnya kesan negatif pada sejumlah pemberitaan terkait dengan fatwa MUI. Beberapa fatwa MUI yang menurutnya sempat diberitakan negatif, di antaranya soal penistaan agama dan fatwa larangan atribut natal. Din menyebutkan fa...

Syafii Maarif Sebut Kelompok Intoleran Pengecut

Gambar
Yogyakarta,  Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif mengatakan, kelompok-kelompok intoleran berkembang di Indonesia karena  karena diamnya kaum mayoritas.  "Sebenarnya itu (kelompok intoleran) pengecut," kata Syafii Maarif di ruang redaksi Suara Muhammadiyah, hari ini, seperti dikutip  Suara Muhammadiyah. Mayoritas yang diam itu, menurut Buya sebenarnya memiliki pemahaman dan kesadaran yang bagus. Sehingga, jika mereka bersuara, maka selesai masalahnya. "Mayoritas diam itu nalarnya jalan," kata Buya. Syafii meminta agar ormas-ormas anarkis dan gemar melakukan penghakiman harus dihentikan. Ormas apapun hendaknya tidak melakukan pelanggaran hukum di wilayah negara yang menganut Pancasila. Namun, Buya Syafii sama sekali tidak menyebut nama ormas tertentu. Pernyataannya dimaksudkan sebagai peringatan untuk semua. "Polisi swasta harus dihentikan aktivitasnya," kata Syafii. Jika tidak dihentikan, maka dikhawatirkan perla...

Amien Rais Minta Umat Islam Patuh Pada Ulama

Gambar
JAKARTA  - Mantan Ketua MPR dan sekaligus Tokoh Nasional,  Amien Rais  meminta kepada seluruh umat  Islam  untuk mematuhi ucapan para  ulama . Hal itu, dijelaskan oleh  Amien Rais  mengingat pada 15 Februari mendatang, warga DKI Jakarta akan memilih pemimpin daerah. "Di Jakarta ini banyak  ulama  yang memenuhi syarat untuk dipatuhi, sehingga masyarakat bisa menjadikan mereka sebagai kompas untuk saat ini," jelasnya saat acara Tabligh Akbar di Masjid Al - Azhar, Jakarta, Minggu (15/1/2017) Dijelaskan olehnya  ulama  yang dapat dipatuhi seperti  ulama  Ulhaq yang menfsirkan Alquran secara baik dan benar. Bukan  ulama  yang ragu dan  ulama  yang hanya ingin terkenal saja. Terlebih, kata dia, situasi nasional yang saat ini terjadi sudah seharusnya masyarakat kembali lagi mengikuti anjuran para  ulama  tersebut dalam memilih pemimpin. "Ulama ini orang-orang yang mengikuti hat...

Din Syamsuddin: Umat Islam Terpuruk, Saatnya Perkuat Dakwah

Gambar
Jakarta,-  “ umat Islam sekarang sedang terpuruk, tertekan juga tertuduh.  Indeks kesenjangan 0,43 ini tidak baik, 1℅ menguasai 63 bagian dari harta bangsa ini, kekuatan ekonomi ditangan orang lain.  Muhammadiyah hendaklah mempelopori kegiatan untuk mencerahkan bangsa ini, gerakan 411 jangan dianggap remeh. “demikian yang disampaikan Prof DR. Din Syamsuddin. MA pada pelantikan PCM Jagakarsa Jakarta Selatan, 22.01.17 di masjid atTaqwa Muhammadiyah Jagakarsa. Dakwah dalam kondisi lemah ini, adalah cara untuk mempertahankan diri dan melindungi sisa sisa eksistensi. Agar identitas tidak hancur diinjak modernitas dan keangkuhan. Dakwah tarbiyah (pendidikan) adalah solusi paling tepat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik. Untuk mewujudkan umat yang Berkemajuan dan mampu bergerak melintasi zaman. Allah SWT berfirman: قُلْ مَآ أَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ “ Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun ...

Din Syamsudin: Fatwa MUI tentang Ahok Permintaan Polri

Gambar
Jakarta ,   -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Din Syamsuddin menyatakan, fatwa MUI dalam bentuk pendapat dan sikap keagamaan menyikapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap Surat Al Maidah ayat 51 merupakan permintaan Polri. Fatwa itu digunakan untuk menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. "MUI mengeluarkan fatwa, itu atas permintaan Polri. Waktu itu belum bisa dijadikan tersangka dan terdakwa sebelum ada fatwa," ujar Din di kantor pusat MUI, Jakarta, Rabu (18/1). Meski tak merinci secara detail penyataannya, Din mengatakan, fatwa itu merupakan sikap MUI untuk melindungi stabilitas negara akibat pernyataan Ahok. Pasalnya, Din menuturkan, pernyataan Ahok soal Surat Al Maidah Ayat 51 menimbulkan bertentangan dengan semangat kerukunan dan kemajemukan. Din berkata, MUI bukanlah penyebab konflik antara kelompok masyarakat belakangan ini. Menurutnya, pihak yang menuding MUI sebagai dalang situasi itu tidak benar-benar memahami pe...

Din Syamsuddin: Pembubaran Ormas Radikal Bukan Urusan MUI

Gambar
 Jakarta -   Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin   menilai, desakan masyarakat terkait pembubaran organisasi masyarakat (ormas) Islam radikal, merupakan urusan pemerintah, bukan kewenangan MUI. "Itu urusan pemerintah dengan undang-undangnya," kata Din usai Rapat Pleno ke-14 MUI di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017). Din pun menggarisbawahi bahwa  ormas  radikal tidak melulu dari sudut Islam. Menurut dia, sangat tidak adil bila menuding setiap ormas radikal adalah ormas Islam. "Banyak (ormas radikal), ada dari kalangan non-Islam, cuma tidak berkeadilan ketika melihat ormas yang melakukan kekerasan itu hanya (dipandang) ormas Islam saja," dia menegaskan. Din pun mengajak publik agar bisa melihat kekerasan tidak hanya dari aksi  radikalisme . Menurut dia, ada kekerasan pemodal dan verbal yang sama kerasnya dengan aksi radikalis. "Mari juga kita gugat kekerasan pemodal, kekerasan pemod...

Amien Rais: Sidang Kasus Ahok Dipercepat Jangan Bertele-tele

Gambar
Jakarta  - Mantan Ketua MPR Amien Rais meminta kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera diselesaikan. Dia meminta persidangan kasus tersebut tidak berbelit-belit agar cepat selesai.  "Ahok itu dipercepat jangan bertele-tele ya, kemudian diberikan hukuman yang setimpal. Sesuai dengan rasa keadilan," kata Amien usai menghadiri Tabligh Akbar Politik Islam di Masjid Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017). Amien juga berpesan agar kasus hukum dugaan penistaan agama Ahok tidak menjadi permainan. Jika kasus tersebut selesai, lembaran baru dikatakannya dapat kembali dibuka. "Jangan dimain-mainkan hukum itu. Seperti semua penista agama juga masuk penjara. Kemudian kita buka lembaran baru, kemudian negara kita ini jadi tenang kembali," kata dia. Negara dikatakannya tidak boleh goyang hanya karena kasus tersebut. Untuk itu kasus Ahok harus segera diselesaikan. "Nah itu tadi secara g...

Amien Rais: Yang Bisa Menafsirkan Alquran Bukan Ulama Dolar

Gambar
Jakarta  - Amien Rais menyebut situasi politik saat masa pemilihan kepala daerah (pilkada) saat ini carut marut. Dia menyebut situasi seperti ini seperti musim pancaroba (pergantian musim). "Jadi dengan para ustaz para kiai, saya mengatakan dalam keadaan carut marut seperti ini nggak jelas. Pancaroba seperti secara politik dan ekonomi maka kompas umat Islam adalah Quran," ujar Amien usai menghadiri Tabligh Akbar Politik Islam Masjid Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017). Amien menyebut Alquran sebagai kunci untuk mengembalikan carut marut politik saat ini. Untuk itu, umat Islam dikatakan Amien harus kembali ke para ulama. Namun ulama yang didatangi harus ulama yang benar, bukan ulama bayaran. "Quran itu adalah petunjuk abadi sampai hari kiamat. Yang bisa menafsirkan Quran dengan benar Ulama Al-Haq, ulama yang cinta kepada kebenaran, bukan ulama peragu apa lagi ulama dolar, rupiah dan lain-lain, maaf," katanya. ...

Syafii Maarif: Polisi Swasta Harus Dihentikan Aktivitasnya

Gambar
YOGYAKARTA, -Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif menegaskan bahwa ormas anarkis dan gemar melakukan penghakiman harus dihentikan. Ormas apapun hendaknya tidak melakukan pelanggaran hukum di wilayah negara yang menganut Pancasila. “Polisi swasta harus dihentikan aktivitasnya!” kata Buya Syafii di ruang redaksi Suara Muhammadiyah, Rabu (18/1) siang. Buya Syafii sama sekali tidak menyebut nama ormas tertentu. Dimaksudkan sebagai peringatan untuk semua. Jika tidak dihentikan, maka dikahawatirkan perlawanan justru akan dilakukan oleh masyarakat. “Perlawanan sudah mulai muncul,” tutur Buya sambil mencontohkan beberapa kasus bentrokan kecil beberapa waktu terakhir. Buya Syafii menyebut salah satu factor menguatnya para pelaku intoleransi adalah karena diamnya kaum mayoritas (silent majority). “Sebenarnya itu (kelompok intoleran) pengecut, Cuma kita yang mayoritas diam,” ungkapnya. Mayoritas yang diam itu, menurut Buya sebenarnya mamiliki pemahaman d...

Syafii Maarif: Hindari Misguided Arabism, Umat Islam Harus Keluar dari Kotak

Gambar
YOGYAKARTA, -Pada tahun 657 Masehi, Perang Shiffin berkecamuk. Genderang perang yang terjadi setelah 25 tahun wafatnya nabi Muhammad ini melibatkan kader terbaik didikan Nabi. Setahun sebelumnya, pada 7 November 656 Masehi, terjadi perang Jamal (Unta). Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, hingga Aisyah merupakan di antara nama yang terjun langsung dalam dua perang saudara itu. “Perang elit Arab muslim itu telah menciptakan kotak-kotak polarisasi umat Islam sampai sekarang,” tutur Buya Syafii Maarif, di kantor redaksi Suara Muhammadiyah, Rabu (18/1) siang. Menurut Buya, konflik sektarianisme yang diwariskan ke seluruh dunia muslim itu sama sekali tidak terkait dengan wahyu. “Gak ada hubungannya dengan al-Quran, dengan nabi, tapi kita anggap itu agama,” kata Buya Syafii. “Kita jarang merenungkan betul perang Unta. Itu yang terlibat kader nabi semua.” Jika ditinjau dari sisi ajaran al-Quran tentang merebaknya konflik politik dan sektarianisme berkepanjangan di dunia Muslim dala...

Din Syamsuddin Heran Fatwa MUI Dianggap Memecah Belah Bangsa

Gambar
Jakarta:  Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengaku heran tumbuhnya kesan negatif terhadap fatwa MUI, yakni mulai dari fatwa terkait penistaan agama dan larangan atribut natal. Kata Din, fatwa MUI justru dinilai memecah belah bangsa. Din, mengatakan fatwa MUI dibuat berdasarkan pandangan agama terhadap keluhan yang dilaporkan masyarakat. "Fatwa MUI bukan sebagai hukum positif memang benar tidak perlu diperdebatkan. Tapi jangan karena bukan hukum positif MUI tidak boleh mengeluarkan fatwa. Rusak negara ini kalau ulama tidak boleh mengeluarkan pandangan keagamaan," jelas Din di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017). Diapun pun heran dengan tumbuhnya ormas-ormas anarkis dan sering mencibir. Menurut Din,memang ada ormas yang berpaham radikal, tapi bukan dari kalangan islam saja. Kata dia, banyak juga ormas radikal dari kalangan nonislam, bahkan juga ada ormas radikal yang tidak membawa aliran agama. "Namun menjadi tidak adil...