Syafii Maarif: Jangan Kotori Masjid dengan Politik Kekuasaan
Buya Syafii Maarif mengimbau dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tidak mengotori masjid untuk kegiatan politik kekuasaan. Mereka harus mewujudkan pilkada yang demokratis dengan mengutamakan kepentingan, kenyamanan dan keamanan masyarakat.
"Ia mengatakan, tempat ibadah seyogyannya dimuliakan dan digunakan hanya untuk mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Juga, persatuan antar umat, bukan untuk kepentingan perorangan. Dua paslon juga harus mendorong pesta demokrasi yang aman, damai, dan jujur.
"Jika paslon dan timnya cukup dewasa, maka proses pilkada harus berjalan aman, damai, dan jujur. Jika tidak demikian, maka wajah demokrasi kita akan bopeng dan tidak sehat," ujarnya.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga berpesan kepada warga Ibu Kota agar menggunakan hati nurani, bebas dari intervensi serta teror dalam menggunakan hak konstitusionalnya. Hal itu sangat penting bagi kelangsungan demokrasi, sekaligus contoh bagi seluruh daerah dalam menentukan pemimpin.
"Agar warga Jakarta pakai hati nurani untuk menentukan pilihan, jangan diteror oleh siapa pun. Pilkada DKI sangat penting karena Jakarta adalah jendela Indonesia," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar